- Modal awal untuk belajar pemrograman adalah motivasi. Kalau motivasi Anda untuk belajar motivasi besar, Selamat… Anda adalah calon seorang programmer handal. Fokus selanjutnya adalah mengasah skill Anda untuk belajar pemrograman. Terus pertahankan motivasi yang telah Anda miliki. Jangan sampai motivasi ini pupus ketika menemui kegagalan.
- Jangan mudah menyerah. Memang… belajar pemrograman adalah tidak mudah. Butuh perjuangan, kerja keras, serta pengalaman (jam terbang). Jangan mudah menyerah ketika banyak error yang muncul ketika membuat program.
- Jangan sekali-kali menganggap pemrograman itu adalah sepenuhnya pelajaran ‘Menghapal’. Memang betul, menghapal juga diperlukan yaitu ketika menghapalkan sintaks dan aturan penulisan dalam program. Tapi secara prinsip, pemrograman adalah pelajaran cara berpikir dan logika bagaimana menyelesaikan masalah.
- Jangan hanya menjadi tukang ketik. Ketika dosen Anda memberikan contoh program di kelas atau ketika praktikum, jangan hanya memandang setiap barisan kode program tersebut sebagai angin lalu dan hanya Anda pindahkan ke kertas atau komputer. Kalau hanya demikian, sama halnya Anda belajar menjadi tukang ketik. Coba pahami setiap baris kode dan alur program yang dituliskan guru atau dosen Anda. Kalau sudah paham, coba tulis program menurut versi Anda sendiri ke buku atau komputer Anda. Apabila hal ini Anda lakukan, maka secara tidak sadar Anda telah melatih logika berpikir Anda dan belajar menuangkan logika berpikir ke dalam bentuk program.
- Untuk mendukung belajar Anda, coba cari orang yang mau mengajari Anda ketika menemui masalah dalam belajar pemrograman. Bisa teman dekat, teman di internet atau bahkan guru dan dosen yang dekat dengan Anda.
- Jangan mengandalkan tatap muka di kelas. Materi pemrograman sangatlah luas. Apa yang diberikan dosen ketika kuliah itu sangatlah kecil cakupannya dibandingkan keseluruhan ilmu pemrograman. Cobalah eksplorasi sendiri segala hal tentang pemrograman. Ada banyak referensi di internet yang membahas tentang tips dan trik serta teknik dalam pemrograman.
- Carilah komunitas yang fokus dengan pemrograman. Di internet ada banyak forum diskusi via web atau mailing list yang membahas tentang pemrograman. Ingat… bahwa orang yang sering bergaul dengan penjual minyak wangi maka dia akan ikut menjadi wangi… So… kita adopsi hal ini. Banyak-banyaklah bergaul dengan orang dalam komunitas yang sama-sama interest dengan pemrograman.
- Sangat disarankan Anda memiliki komputer sendiri di rumah atau di kost. Seperti yang telah saya jelaskan di atas bahwa untuk menguasai pemrograman butuh pengalaman dan jam terbang yang banyak dalam membuat progam. Kalau Anda tidak memiliki komputer sendiri, bagaimana bisa menambah jam terbangnya? Untuk belajar pemrograman tidaklah harus membutuhkan komputer dengan spesifikasi tinggi. Cukup komputer Pentium III saja itu sudah bisa, kecuali Anda belajar program yang memang butuh spesifikasi besar misalnya programan berbasis visual. Oya… jangan sekali-kali mengandalkan jam praktikum di laboratorium karena waktu penggunaannya sangat-sangat terbatas. Anggap saja ketika Anda beli komputer adalah sebagai investasi jangka panjang. Yakinlah suatu saat modal Anda untuk membeli komputer itu akan balik kembali, atau malah akan memberikan return of investment yang jauh lebih besar.
- Jangan hanya mengandalkan catatan atau modul yang diberikan oleh dosen. Isi modul yang ditulis oleh dosen itu rata-rata masih sedikit kontennya. Berusahalah mencari referensi sendiri terkait dengan pemrograman. Toh… saat ini sudah banyak buku-buku yang mengulas tentang pemrograman. Kalau Anda ingin yang gratis, coba cari referensi di internet karena tersedia banyak free ebook yang bisa didownload.
- Jangan hanya asal copy paste. Rata-rata orang yang asal copy paste program itu tidak berusaha memahami program yang dia copy. Coba pahami dahulu program yang Anda peroleh terutama pada algoritmanya, kalau bisa tulis kembali program tersebut menurut versi Anda. Boleh sih copy paste.. asal Anda juga berusaha memahami makna program di dalamnya. Syukur-syukur kalau Anda memodifikasi kode programnya.
Sabtu, 26 Februari 2011
TIPS SUKSES BELAJAR PEMROGRAMAN
tips bagi Anda yang ingin sukses belajar pemrograman komputer.
Salam sukses bagi Anda.
Selasa, 15 Februari 2011
Daftar Ebook e-learning gunadarma
- ACL
- Akuntansi Biaya
- Akuntansi Keuangan Menengah 1
- Akuntansi Keuangan Menengah 2
- Akuntansi Keuangan Lanjutan 2
- Akuntansi Manajemen
- Akutansi Manajemen Lanjutan
- Akuntansi Pemerintahan
- Aktualisasi Diri
- Algoritma dan Pemograman
- Algoritma dan Pemrograman Cobol dan Pemrograman Cobol Terstruktur
- Aljabar Logika dan Himpunan
- An English Grammar 1
- Analisis dan Perancangan Sistem Terstruktur
- Analisis Laporan Keuangan : Analisis Rasio
- Analisis Portofolio Dalam Pemilihan Investasi
- As400
- Anatomi Tubuh Manusia
- Aplikasi Akuntansi Komputer
- Arsitektur, Psikologi Dan Masyarakat
- Aspek Hukum dalam Bisnis
- Aspek Hukum Perdata dan Hukum Dagang
- Bahasa Inggris
- Bahasa Inggris 1
- Bahasa Fortran dan Analisis Numerik
- Bahan Kontruksi Teknik
- Banking Audit
- Biokimia
- Bisnis OnLine
- Bussiness Plan
- Company Profile
- Controllership Teori dan Soal Jawaban
- Dasar Fisika Energi
- Dasar Pemasaran
- Dasar Mekanika Tanah
- Dasar Pengolahan Citra
- Dasar Rangkaian Logika Jilid 1
- Dasar Rangkaian Logika Jilid 2
- Dasar Teknologi Perangkat Keras Komputer
- Dinamika Teknik
- Drainase Perkotaan
- Ecommerce
- Ekonomi Internasional
- Ekonomi Internasional Pengantar Lalu Lintas Pembayaran Internasional
- Ekonomi Manajerial
- Ekonomi Makro
- Ekonomi Pembangunan
- Ekonomi Teknik
- Ekonomi Uang dan Bank
- Ekonomika Makro
- Elektronika Komputer Digital
- English For Economics and Business
- English Phonology
- Enterpreneur
- Epidemiologi Kebidanan
- Estetika Bentuk
- Event Organizer
- Filsafat Ilmu Sebuah Pengantar
- Fisika Bangunan 1
- Fisika: Ilmu Panas
- Gambar Teknik Berbantu Komputer
- Hubungan Industrial Pancasila
- Hukum Pajak
- Hukum Pajak dan Perpajakan
- Ilmu Alamiah Dasar
- Ilmu Budaya Dasar
- Ilmu Kandungan
- Instrumentasi Untuk Pengukuran Rekayasa
- Integrated English
- Irigasi dan Bangunan Air
- Jaringan Petri
- Kapita Selekta Ekonomi Moneter
- Kasus Bisnis Perpajakan
- Kebijaksanaan Fiskal Moneter
- Keputusan Menjadi Wirausahawan
- Kewirausahaan
- Komunikasi Bisnis
- Konsep Kebidanan
- Kursus ACL Lanjut
- Kursus Brevet A
- Kursus Financial Analysis
- Kursus Value Plus
- Letter of Credit
- Manajemen Keuangan 1
- Manajemen Keuangan 2
- Manajemen Bisnis Eceran
- Manajemen Pemasaran
- Manajemen Strategik
- Menggunakan Sistem Operasi DOS IBM-PC
- Menggambar Rekayasa
- Materi Softskill
- Matematika Ekonomi
- Matematika Lanjut
- Materi Softskill
- Mekanika Fluida Dasar
- Mekanika Tanah Lanjut
- Mekanika Teoretik pada Titik Zat dan Benda Tegar
- Minishop Management
- Metodologi Penelitian
- Metode Riset Bisnis
- MKDU ISD
- Modul Dbase III
- Modul Design Grafis
- Modul DOS
- Modul Foxpro
- Modul Ekspor Impor
- Modul Introduction E-Commerce
- Modul General Ledger Dengan MS. Dynamic N.A.V 5.0
- Modul Kursus DB2 Universal Database
- Modul Kursus Diklat SPSS
- Modul Komunikasi Pemasaran
- Model Komputer Keuangan
- Model Komputer Untuk Manajemen Operasi
- Modul Kursus Perancangan Sistem Digital
- Modul Kursus Otomasi Perkantoran dan Riset Bisnis
- Modul Kursus VB SQL
- Modul Lotus 123
- Modul Lotus Notes Deployment and Administration
- Modul Microsoft Word
- Modul Panduan Singkat Menggunakan SPSS/PC+
- Modul Pelatihan Dasar Komputer
- Modul Pelatihan Komputer Grafis dengan Gimp
- Modul Pelatihan Perancangan Produk Dengan Software Catia V3
- Modul Pelatihan LAN
- Modul Pelatihan PC Tool 7.0
- Modul Pelatihan Power Point
- Modul Pemrograman Pascal
- Modul Pengenalan Bahasa Informix SQL dan Informix 4GL Pada Mesin ICL DRS 3000
- Modul Pocket PC
- Modul Penggunaan Autocad
- Modul Perancangan Ergonomika Menggunakan Ergoweb 4.0
- Modul Pratikum Beginning ASP.Net With C#
- Modul Seminar Client Server Database Programming tools
- Modul Seminar Excel 4
- Modul Seminar Komunikasi Melalui Internet
- Modul Seminar Lotus 123 For Windows
- Modul Seminar Object Oriented Database Programming
- Modul Visual Enterprise Penjadwalan Produksi
- Modul Workshop Analisis Tingkat Kesehatan Bank
- Modul Workshop Aplikasi Excel untuk Analisis Laporan Keuangan
- Modul Workshop Authoware Star
- Modul Workshop Banking Audit
- Modul Workshop Effective Presentation
- Modul Workshop Home Digital Video
- Modul Workshop Improving Efective Presentation
- Modul Workshop Internet Payment System and Security Issue
- Modul Workshop Introduction to Frontpage
- Modul Workshop Lotus Notes Deployment and Administration2
- Modul Workshop Konsep Pengoprasian Anjungan Tunai Mandiri
- Modul Workshop Lotus Notes Introduction to Application Development
- Modul Workshop Lotus Notes Deployment and Administration
- Modul Workshop Marketing Menggunakan Media Internet
- Modul Workshop Microsoft Acces
- Modul Workshop Pemanfaatan Internet Dalam Menjangkau Informasiindex-
- Modul Workshop Penelitian Ilmiah dan Analisis Hubungan Variable
- Modul Workshop Naskah Psynet Riset Psikologi di Internet
- Modul Workshop Penelitian Ilmiah dan Analisis Hubungan Variable
- Modul Workshop Pengolahan Data dan Presentasi Bisnis
- Modul Workshop Sistem dan Prosedure Cash and Teller
- Modul Workshop Sistem Jaringan Komputer menggunakan Netware
- Modul Workshop Project Scheduling
- Modul Pengantar Internet
- Modul Rencana Strategis
- Modul Wordperfect 5.1
- Neoplasia Intraepitel Pada Serviks
- Novel
- Organisasi Sistem Komputer
- Pemeriksaan Akuntansi 1
- Pemeriksaan Akuntansi 2
- Pemindahan Tanah Mekanis
- Pemasaran dan Komunikasi
- Pendidikan Agama Islam
- Pendidikan Kewarganegaraan
- Pendidikan Pancasila
- Pengantar Akuntansi 1 (72)
- Pengantar Akuntansi 1 (78)
- Pengantar Akuntansi 2
- Pengantar Algoritma dan Pemrograman
- Pengantar Aljabar Linier dan Geometri Analitik
- Pengantar Analisis Algoritma
- Pengantar Analisis & Perancangan Sistem Terstruktur
- Pengantar Antropologi
- Pengantar Arsitektur Komputer
- Pengantar Automata Bahasa Formal & Kompilasi
- Pengantar Bahasa Rakitan
- Pengantar Basis Data
- Pengantar Berkas & Akses
- Pengantar Bisnis
- Pengantar Ekonomi
- Pengantar Ekonomi Makro
- Pengantar Ekonomi Mikro Perilaku Harga Pasar dan Konsumen
- Pengantar Filsafat
- Pengantar Fisika Listrik Magnet
- Pengantar Ilmu Antropologi
- Pengantar Fisika Mekanika
- Pengantar Implementasi Pemeliharaan Sistem Informasi
- Pengantar Inteligensi Buatan
- Pengantar Jaringan Neuran
- Pengantar Kimia
- Pengantar Komputer Grafik
- Pengantar Linguistik Umum
- Pengantar Manajemen Bank Umum
- Pengantar Manajemen Operasi
- Pengantar Manajemen Sumber Daya Manusia
- Pengantar Manajemen Umum (STIE)
- Pengantar Manajemen Umum (STMIK)
- Pengantar Manajemen Pemasaran
- Pengantar Metode Numerik
- Pengantar Metodologi Pengembangan Sistem Informasi
- Pengantar Mikroprosesor 8086/8088, 80186, 80286, 80386 dan 80486
- Pengantar Model Komputer Keuangan
- Pengantar Organisasi dan Metode
- Pengantar Penggunaan Clipper
- Pengantar Penggunaan Informix 4GL
- Pengantar Penggunaan Windows
- Pengantar Penggunaan Word Perfect For Windows
- Pengantar Penggunaan Microsoft Access
- Pengantar Pemrograman Bahasa C
- Pengantar Pemrograman Generasi Keempat
- Pengantar Manajemen Proyek
- Pengantar Organisasi Sistem Komputer
- Pengantar Pemrograman Modula-2
- Pengantar Penggunaan PC Tools
- Pengantar Penggunaan Novell Netware
- Pengantar Penggunaan Unix
- Pengantar Pengolahan Data Distribusi
- Pengatar Perancangan Sistem Informasi
- Pengantar Perpajakan untuk Manajemen
- Pengantar Psikologi Lingkungan
- Pengantar Psikologi Proyektif
- Pengantar Rekayasa Perangkat Lunak
- Pengantar Riset Operasional
- Pengantar Sejarah Inggris
- Pengantar Siklus Pengembangan Sistem Informasi
- Pengantar Simulasi
- Pengantar Sistem Informasi
- Pengantar Sistem Informasi Bisnis
- Pengantar Sistem Pakar
- Pengantar Sistem Pengaturan
- Pengantar Sosiologi Dan Ilmu Sosial Dasar
- Pengantar Statistika
- Pengantar Struktur Data
- Pengantar Struktur Diskrit
- Pengantar Teknik Industri
- Pengantar Teknologi Baja
- Pengantar Turbo C++ For Windows
- Pengantar Teori Dan Algoritma Graph
- Pengantar Teori Sektor
- Pengantar Teori Jaringan Komputer
- Pengantar Word for Windows
- Pengantar Penggunaan Word Perfect For Windows
- Pengelolaan Instalasi Komputer
- Pengenalan Komputer
- Pengenalan Sistem Operasi Unix
- Pengenalan Bursa Efek
- Pengenalan Pasar Modal
- Penggerak Mula Motor Bakar Torak
- Penggunaan Sistem Operasi dan Pemrograman AS/400
- Perancangan dan Analisis Algoritma Pararel 1
- Peranggaran
- Perbankan dan Uang
- Perekonomian Indonesia
- Perencanaan Keuangan
- Perkembangan Pasar Modal
- Prinsip-Prinsip Aktuaria Asuransi Jiwa
- Psikologi Belajar
- Psikologi Faal
- Psikologi Umum 1
- Psikologi Umum 2
- Psikologi Pendidikan
- Reading Comprehension
- Rekayasa Pondasi 1 Konstruksi Penahan Tanah
- Rekayasa Fundasi II: Fundasi Dangkal dan Fundasi Dalam
- Riset dan Bisnis
- Rekayasa Jalan Raya
- Rekayasa Jalan Raya 1
- Rekayasa Jalan Raya 2
- Rekayasa Lingkungan
- Rencana Anggaran Biaya
- Riset Operasional Pemograman Linier
- Rs6000
- Selling and Financing
- Sistem Akuntansi 1
- Sistem Akuntansi 2
- Sistem Aplikasi Deposito
- Sistem Aplikasi General Ledger
- Sistem Aplikasi Tabungan
- Sistem Aplikasi Giro
- Sistem Informasi Manajemen
- Sistem Informasi Akuntansi
- Sistem Operasi Komputer
- Sistem Penunjang Keputusan
- Sistem Transportasi
- Soal Jawab Sistem Akuntansi 1
- Statistika 1
- Statistika 2
- Statistika dan Probabilitas
- Statistik Industri 1
- Statistik Untuk Ekonomi Dan Bisnis
- Tata Laksana Proyek
- Tata Ruang Luar 1
- Teknik Penulisan Usulan Penelitian dan Skripsi
- Teknik Rangkaian Listrik Jilid 1
- Teknik Rangkaian Listrik Jilid 2
- Teknik Pendingin
- Teknik Pengolahan Asuransi Jiwa
- Telekomunikasi & Komputer
- Teori Akuntansi
- Teori Arsitektur 2
- Teori Arsitektur 3
- Teori
- Teori Graf Dasar
- Testing Implementasi Sistem dan Konsep Data Mining
- Topologi
- TOEFL Preparation Course
- Writing1
- Workshop Akutansi Pajak
- Workshop PPh Pasal 21-26
- Workshop PPh Pribadi
- Workshop Bursa Berjangka Komoditi
Minggu, 30 Januari 2011
PROSEDUR DAN FUNGSI
PROCEDURE
Prosedur adalah suatu program terpisah dalam blok sendiri yang berfungsi sebagai subprogram (program bagian). Diawali dengan kata cadangan “Procedure” didalam bagian deklarasi prosedur. Prosedur banyak digunakan pada program yang terstruktur karena :
FUNGSI
Blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus
dideklarasikan dengan tipenya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe
hasil dari fungsi.
Bentuk umum :
FUNCTION identifier (daftar parameter) : type ;
Blok fungsi juga diawali dengan kata cadangan Begin dan di akhiri
dengan kata cadangan End dan titik koma.
Perbedaan fungsi dengan prosedur adalah :
for :nilai pencacah automatis.
while :nilai pencacah harus ada rumusnya. kondisi di chet aksi baru di kerjakan, selama kondisi benar aksi akan dikerjakan.
repeat : Kondisi dikerjakan dulu baru aksi dikerjakan, kalo kondisi salah aksi akan dikerjakan terus.
1. For do (Pengulangan Tanpa Tanpa Kondisi)
For do merupakan struktur Pengulangan dimana aksi dilakukan sebanyak hitungan pencacah Pengulangan. Pencacah Pengulangan dapat diset sesuai dengan nilai yang ingin kita mulai.
Example:
for pencacah Pengulangan dari x sampai y do
berarti aksi dilakukan sebanyak hitungan pencacah Pengulangan, yaitu dari x sampai y sebanyak b-a+1 kali.
Sedangkan,
2.Repeat Until ( Pengulangan dengan kondisi )
Repeat berarti ulangi dan until berarti sampai. Jadi, repeat - until adalah struktur Pengulangan dimana aksi dilakukan hingga kondisi ( persyaratan ) berhenti terpenuhi.
Example: misalkan kita ingin mengetahui nilai dari mahasiswa jika data masukannya adalah NIM.
Program Pencarian
{Program mencari nilai mahasiswa didalam tabel dengan NIM= a.Tabel sudah berisi data NIM, nama dan nilai}
Algoritmanya:
tinjau entry pertama tabel
repeat
if NIM pada entry tabel sama dengan NIM yang dicari then ambil nama dari NIM tersebut
else
tinjau entry berikutnya
until nilai yang dicari ditemukan atau akhir tabel sudah terlampaui
Pada repeat - until jumlah Pengulangan tidak dapat diketahui di awal. Karena Pengulangan aksi akan terus dilakukan sampai ditemukan entry dari apa yang ditanyakan atau akhir tabel sudah terlampaui, berbeda dengan for-do yang jumlah pengulangannya dilaksanakan.
3. While do ( Pengulagan dengan Kondisi )
While berarti selagi/ selama dan do berarti lakukan. Jadi, While-do artinya struktur pengulangan dimana selama kondisi ( persyaratan ) Pengulangan masih benar, maka aksi dikerjakan.
Contohnya saja pada repeat-until tadi selama kita memasukkan NIM tidak benar/ belum ditemukan akhir tabel belum terlampaui, maka dapat dicari NIM pada entry tabel yang sama, jika sudah ditemukan mengambil nilai tersebut, selanjutnya meninjau entry berikutnya didalam tabel.
Example:
Program Pencarian
{Program mencari nilai mahasiswa didalam tabel dengan NIM= a.Tabel sudah berisi data NIM, nama dan nilai}
Algoritma
Tinjau entry pertama tabel
While NIM yang dicari belum ditemukan dan akhir tabel belum terlampaui do
If NIM pada entry tabel sama dengan NIM yang dicari then ambil nama, nilai dari NIM tersebut
Else
Tinjau entry berikutnya didalam tabel
· Pada While do kondisi pengulangan di evakuasi di awal Pengulangan, berbeda dengan repeat-until kondisi Pengulangan di evakuasi di akhir.
4. if then else
If berarti jika dan then berarti maka. Jadi, if then else adalah suatu bentuk pengkondisian bilamana kondisi bernilai benar, aksi 1 akan dikerjakan, tapi jika tidak aksi 2 yang akan dikerjakan.
if kondisi then
aksi 1
else
aksi 2
Example:
if anak berbaju hijau then
acungkan jarinya
else if anak berbaju merah then
berdiri else
diam duduk ditempat
( terdapat kelemahan karena pemrogram tidak tahu kapan harus berhenti menulis, tidak tahu berapa kali pernyataan harus ditulis sampai dengan data yang dicari ditemukan).
Example Algoritma:
1. For-do
Program cetak banyak_Belajar yang rajin oce!
{ mencetak ‘ Belajar yang rajin oce!’ sebanyak 5 kali }
Deklarasi
i : integer ( pencacah Pengulangan )
Algoritma
for i <– 1 to 5 do ( ulangi sebanyak 5 kali )
Write ( ‘Belajar yang rajin oce!’ )
endfor
· Output
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
2. While do
Program cetak banyak_Belajar yang rajin oce!
{ mencetak ‘Belajar yang rajin oce!’ sebanyak 5 kali }
Deklarasi
i : integer ( pencacah Pengulangan )
Algoritma
i <– 1
While i 5 do ( ulangi sebanyak 5 kali )
write ( ‘Belajar yang rajin oce’ )
i <– i + 1
end While
· output
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
3. Repeat - until
Program cetak banyak_Belajar yang rajin oce!
{ mencetak ‘ Belajar yang rajin oce!’ sebanyak 5 kali }
Deklarasi
i : integer ( pencacah Pengulangan )
Algoritma
i <– 1
repeat ( ulangi sebanyak 5 kali )
write ( ‘Belajar yang rajin oce!’ )
i <– i + 1
until i 5
· output
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
While atau repeat ekivalen, tetapi pada beberapa masalah pemilihan keduanya bergantung pada natural dari persoalan. Didalam repeat, kondisi Pengulangan diperiksa pada akhir Pengulangan, jadi instruksi didalam badan Pengulangan diperiksa pada akhir Pengulangan. Sedangkan, pada while kondisi Pengulangan diperiksa awal, jadi instruksi didalam badan Pengulangan hanya dapat dilaksanakan bila pengetesan kondisi menghasilkan nilai true, jadi jika Pengulangan pertama kali bernilai false maka badan pangulangan mungkin.
Deklarasi
Bagian deklarasi digunakan bila didalam program menggunakan pengenal (identifier) yang dapat berupa label, konstanta, tipe, variable, prosedur dan fungsi.
Deklarasi Konstanta
Definisi konstanta diawali dengan kata cadangan Const diikuti oleh kumpulan identifier
yang diberi suatu nilai konstanta. Data konstanta nilainya sudah ditentukan dan pasti,
tidak dapat dirubah didalam program.
Deklarasi Variabel
Variabel adalah identifier yang berisi data yang dapat diubah-ubah nilainya didalam
program. Menggunakan kata cadangan Var sebagai judul didalam bagian deklarasi
variable dan diikuti oleh satu atau lebih identifier yang dipisahkan koma, diikuti dengan
titik dua dan tipe dari datanya diakhiri dengan titik koma.
Deklarasi Tipe
Pascal menyediakan beberapa macam tipe data, yaitu :
1. tipe data sederhana, terdiri dari :
3. Tipe data penunjuk
Deklarasi Label
Jika program menggunakan statement Goto untuk meloncat ke suatu statement yang
tertentu, maka dibutuhkan suatu label pada statement yang dituju dan label tersebut harus
di deklarasikan terlebih dahulu pada bagian deklarasi. Menggunakan kata cadangan
Label diikuti oleh kumpulan identifier label dengan dipisahkan oleh koma dan diakhiri
dengan titik koma.
Deklarasi Prosedur
Prosedur merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan dimanapun
didalam program. Prosedur dibuat sendiri bilamana program akan dibagi-bagi menjadi
beberapa blok-blok modul. Prosedur dibuat didalam program dengan cara
mendeklarasikannya dibagian deklarasi prosedur. Menggunakan kata cadangan
Procedure.
Deklarasi Fungsi
Fungsi juga merupakan bagian program yang terpisah mirip dengan prosedur, tetapi ada
beberapa perbedaannya. Kata cadangan yang digunakan Function.
Prosedur adalah suatu program terpisah dalam blok sendiri yang berfungsi sebagai subprogram (program bagian). Diawali dengan kata cadangan “Procedure” didalam bagian deklarasi prosedur. Prosedur banyak digunakan pada program yang terstruktur karena :
- Merupakan penerapan konsep program modular, yaitu memecah-mecah program yang rumit menjadi program-program bagian yang lebih sederhana dalam bentuk prosedur-prosedur.
- Untuk hal-hal yang sering dilakukan berulang-ulang, cukup dituliskan sekali saja dalam prosedur dan dapat dipanggil atau dipergunakan sewaktu-waktu bila diperlukan.
FUNGSI
Blok fungsi hampir sama dengan blok prosedur, hanya fungsi harus
dideklarasikan dengan tipenya. Tipe deklarasi ini menunjukkan tipe
hasil dari fungsi.
Bentuk umum :
FUNCTION identifier (daftar parameter) : type ;
Blok fungsi juga diawali dengan kata cadangan Begin dan di akhiri
dengan kata cadangan End dan titik koma.
Perbedaan fungsi dengan prosedur adalah :
- Pada fungsi, nilai yang dikirimkan balik terdapat pada nama fungsinya ( kalau pada prosedur pada parameter yang dikirimkan secara acuan).
- Karena nilai balik berada di nama fungsi tersebut, maka fungsi tersebut dapat langsung digunakan untuk dicetak hasilnya. Atau nilai fungsi tersebut dapat juga langsung dipindahkan ke pengenal variable yang lainnya.
- Pada prosedur, nama prosedur tidak dapat digunakan lagsung, yang dapat langsung digunakan adalah parameternya yang mengandung nilai balik.
for :nilai pencacah automatis.
while :nilai pencacah harus ada rumusnya. kondisi di chet aksi baru di kerjakan, selama kondisi benar aksi akan dikerjakan.
repeat : Kondisi dikerjakan dulu baru aksi dikerjakan, kalo kondisi salah aksi akan dikerjakan terus.
1. For do (Pengulangan Tanpa Tanpa Kondisi)
For do merupakan struktur Pengulangan dimana aksi dilakukan sebanyak hitungan pencacah Pengulangan. Pencacah Pengulangan dapat diset sesuai dengan nilai yang ingin kita mulai.
Example:
for pencacah Pengulangan dari x sampai y do
berarti aksi dilakukan sebanyak hitungan pencacah Pengulangan, yaitu dari x sampai y sebanyak b-a+1 kali.
Sedangkan,
2.Repeat Until ( Pengulangan dengan kondisi )
Repeat berarti ulangi dan until berarti sampai. Jadi, repeat - until adalah struktur Pengulangan dimana aksi dilakukan hingga kondisi ( persyaratan ) berhenti terpenuhi.
Example: misalkan kita ingin mengetahui nilai dari mahasiswa jika data masukannya adalah NIM.
Program Pencarian
{Program mencari nilai mahasiswa didalam tabel dengan NIM= a.Tabel sudah berisi data NIM, nama dan nilai}
Algoritmanya:
tinjau entry pertama tabel
repeat
if NIM pada entry tabel sama dengan NIM yang dicari then ambil nama dari NIM tersebut
else
tinjau entry berikutnya
until nilai yang dicari ditemukan atau akhir tabel sudah terlampaui
Pada repeat - until jumlah Pengulangan tidak dapat diketahui di awal. Karena Pengulangan aksi akan terus dilakukan sampai ditemukan entry dari apa yang ditanyakan atau akhir tabel sudah terlampaui, berbeda dengan for-do yang jumlah pengulangannya dilaksanakan.
3. While do ( Pengulagan dengan Kondisi )
While berarti selagi/ selama dan do berarti lakukan. Jadi, While-do artinya struktur pengulangan dimana selama kondisi ( persyaratan ) Pengulangan masih benar, maka aksi dikerjakan.
Contohnya saja pada repeat-until tadi selama kita memasukkan NIM tidak benar/ belum ditemukan akhir tabel belum terlampaui, maka dapat dicari NIM pada entry tabel yang sama, jika sudah ditemukan mengambil nilai tersebut, selanjutnya meninjau entry berikutnya didalam tabel.
Example:
Program Pencarian
{Program mencari nilai mahasiswa didalam tabel dengan NIM= a.Tabel sudah berisi data NIM, nama dan nilai}
Algoritma
Tinjau entry pertama tabel
While NIM yang dicari belum ditemukan dan akhir tabel belum terlampaui do
If NIM pada entry tabel sama dengan NIM yang dicari then ambil nama, nilai dari NIM tersebut
Else
Tinjau entry berikutnya didalam tabel
· Pada While do kondisi pengulangan di evakuasi di awal Pengulangan, berbeda dengan repeat-until kondisi Pengulangan di evakuasi di akhir.
4. if then else
If berarti jika dan then berarti maka. Jadi, if then else adalah suatu bentuk pengkondisian bilamana kondisi bernilai benar, aksi 1 akan dikerjakan, tapi jika tidak aksi 2 yang akan dikerjakan.
if kondisi then
aksi 1
else
aksi 2
Example:
if anak berbaju hijau then
acungkan jarinya
else if anak berbaju merah then
berdiri else
diam duduk ditempat
( terdapat kelemahan karena pemrogram tidak tahu kapan harus berhenti menulis, tidak tahu berapa kali pernyataan harus ditulis sampai dengan data yang dicari ditemukan).
Example Algoritma:
1. For-do
Program cetak banyak_Belajar yang rajin oce!
{ mencetak ‘ Belajar yang rajin oce!’ sebanyak 5 kali }
Deklarasi
i : integer ( pencacah Pengulangan )
Algoritma
for i <– 1 to 5 do ( ulangi sebanyak 5 kali )
Write ( ‘Belajar yang rajin oce!’ )
endfor
· Output
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
2. While do
Program cetak banyak_Belajar yang rajin oce!
{ mencetak ‘Belajar yang rajin oce!’ sebanyak 5 kali }
Deklarasi
i : integer ( pencacah Pengulangan )
Algoritma
i <– 1
While i 5 do ( ulangi sebanyak 5 kali )
write ( ‘Belajar yang rajin oce’ )
i <– i + 1
end While
· output
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
3. Repeat - until
Program cetak banyak_Belajar yang rajin oce!
{ mencetak ‘ Belajar yang rajin oce!’ sebanyak 5 kali }
Deklarasi
i : integer ( pencacah Pengulangan )
Algoritma
i <– 1
repeat ( ulangi sebanyak 5 kali )
write ( ‘Belajar yang rajin oce!’ )
i <– i + 1
until i 5
· output
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
Belajar yang rajin oce!
While atau repeat ekivalen, tetapi pada beberapa masalah pemilihan keduanya bergantung pada natural dari persoalan. Didalam repeat, kondisi Pengulangan diperiksa pada akhir Pengulangan, jadi instruksi didalam badan Pengulangan diperiksa pada akhir Pengulangan. Sedangkan, pada while kondisi Pengulangan diperiksa awal, jadi instruksi didalam badan Pengulangan hanya dapat dilaksanakan bila pengetesan kondisi menghasilkan nilai true, jadi jika Pengulangan pertama kali bernilai false maka badan pangulangan mungkin.
Deklarasi
Bagian deklarasi digunakan bila didalam program menggunakan pengenal (identifier) yang dapat berupa label, konstanta, tipe, variable, prosedur dan fungsi.
Deklarasi Konstanta
Definisi konstanta diawali dengan kata cadangan Const diikuti oleh kumpulan identifier
yang diberi suatu nilai konstanta. Data konstanta nilainya sudah ditentukan dan pasti,
tidak dapat dirubah didalam program.
Deklarasi Variabel
Variabel adalah identifier yang berisi data yang dapat diubah-ubah nilainya didalam
program. Menggunakan kata cadangan Var sebagai judul didalam bagian deklarasi
variable dan diikuti oleh satu atau lebih identifier yang dipisahkan koma, diikuti dengan
titik dua dan tipe dari datanya diakhiri dengan titik koma.
Deklarasi Tipe
Pascal menyediakan beberapa macam tipe data, yaitu :
1. tipe data sederhana, terdiri dari :
- Tipe data standar : integer, real, char, string, Boolean.
- Tipe data didefinisikan pemakai : enumerated atau scalar, subrange
3. Tipe data penunjuk
Deklarasi Label
Jika program menggunakan statement Goto untuk meloncat ke suatu statement yang
tertentu, maka dibutuhkan suatu label pada statement yang dituju dan label tersebut harus
di deklarasikan terlebih dahulu pada bagian deklarasi. Menggunakan kata cadangan
Label diikuti oleh kumpulan identifier label dengan dipisahkan oleh koma dan diakhiri
dengan titik koma.
Deklarasi Prosedur
Prosedur merupakan bagian yang terpisah dari program dan dapat diaktifkan dimanapun
didalam program. Prosedur dibuat sendiri bilamana program akan dibagi-bagi menjadi
beberapa blok-blok modul. Prosedur dibuat didalam program dengan cara
mendeklarasikannya dibagian deklarasi prosedur. Menggunakan kata cadangan
Procedure.
Deklarasi Fungsi
Fungsi juga merupakan bagian program yang terpisah mirip dengan prosedur, tetapi ada
beberapa perbedaannya. Kata cadangan yang digunakan Function.
PROSEDUR ALGORITMA
Prosedur Sederhana
Prosedur sederhana adalah sebuah subprogram yang tidak mempunyai parameter masukan maupun parameter keluaran.
Berikut ini adalah skema prosedure sederhana:
procedure A; { nama prosedur adalah A }
var varlok1, varlok2, … : tipevar;
begin
{ statement }
end;
Pada skema di atas, terlihat bahwa dalam prosedur dapat digunakan variable yang dideklarasikan juga dalam prosedur tersebut, variable-variabel ini disebut variable local.
Contoh program
Program Perhitungan_2_bil;
uses crt;
var bil1,bil2: integer;
Procedure jumlahkan;
var hasilJum: integer;
begin
hasilJum := bil1+bil2;
writeln('hasil penjumlahan: ',hasilJum);
end;
BEGIN
clrscr;
writeln('masukan 2 bilangan');
write('bilangan pertama: '); readln(bil1);
write('bilangan kedua : '); readln(bil2);
jumlahkan;
END.
Keluaran program
masukan 2 bilangan
bilangan pertama: 5
bilangan kedua : 7
hasil penjumlahan: 12
Penjelasan program
Bil1, bil2 adalah variable global, sedangkan hasilJum adalah variable local untuk prosedur jumlahkan
5.2.3. Prosedur yang menerima masukan
Sebuah prosedur dapat menerima masukan yang digunkan dalam proses sesuai tugasnya. Prosedur semacam ini dikatakan prosedur yang mempunyai parameter masukan.
Berikut ini adalah skema prosedure yang menerima masukan:
procedure B(param1, param2, … : tipeparam);
var varlok1, varlok2, … : tipevar;
begin
{ statement }
end;
Contoh program
Program Perhitungan_4_bil;
uses crt;
var bil1,bil2,bil3,bil4: integer;
Procedure jumlahkan(angka1,angka2: integer);
var hasilJum: integer;
begin
hasilJum := angka1+angka2;
writeln('hasil penjumlahan: ',hasilJum);
end;
BEGIN
clrscr;
writeln('masukan 4 bilangan');
write('bilangan pertama: '); readln(bil1);
write('bilangan kedua : '); readln(bil2);
write('bilangan ketiga : '); readln(bil3);
write('bilangan keempat: '); readln(bil4);
writeln;
writeln('bilangan pertama dan kedua');
jumlahkan(bil1,bil2);
writeln;
writeln('bilangan ketiga dan keempat');
jumlahkan(bil3,bil4);
END.
Keluaran program
masukan 4 bilangan
bilangan pertama: 5
bilangan kedua : 8
bilangan ketiga : 2
bilangan keempat: 7
bilangan pertama dan kedua
hasil penjumlahan: 13
bilangan ketiga dan keempat
hasil penjumlahan: 9
5.2.4. Prosedur yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran
Prosedur yang paling komplek adalah yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran. Prosedur seperti ini disebut prosedur yang mempunyai parameter masukan dan parameter keluaran.
Berikut ini adalah skema prosedur yang menerima masukan dan menghasilkan keluaran:
procedure C(param1, param2, … : tipeparam;
var paramx, paramy, … : tipeparam);
var varlok1, varlok2, … : tipevar;
begin
{ statement }
end;
Pada skema prosedur di atas didefinisikan dua macam parameter, yaitu:
- parameter nilai (value parameter) : param1, param2
- parameter acuan (reference parameter): paramx, paramy
Contoh program
Program Perhitungan_4_bil;
uses crt;
var bil1,bil2,bil3,bil4,bil12,bil34,bil1234: integer;
Procedure jumlahkan(angka1,angka2: integer; var hasilJum: integer);
begin
hasilJum := angka1+angka2;
end;
BEGIN
clrscr;
writeln('masukan 4 bilangan');
write('bilangan pertama: '); readln(bil1);
write('bilangan kedua : '); readln(bil2);
write('bilangan ketiga : '); readln(bil3);
write('bilangan keempat: '); readln(bil4);
write('jumlah bilangan pertama dan kedua : ');
jumlahkan(bil1,bil2,bil12); writeln(bil12);
write('jumlah bilangan ketiga dan keempat: ');
jumlahkan(bil3,bil4,bil34); writeln(bil34);
write('jumlah semua bilangan : ');
jumlahkan(bil12,bil34,bil1234); writeln(bil1234);
END.
Keluaran program
masukan 4 bilangan
bilangan pertama: 5
bilangan kedua : 8
bilangan ketiga : 2
bilangan keempat: 7
jumlah bilangan pertama dan kedua : 13
jumlah bilangan ketiga dan keempat: 9
jumlah semua bilangan : 22
Penjelasan program
Perhatikan contoh di atas, lihat parameter angka1, angka2, hasilJum di dalam pendeklarasian prosedur jumlahkan yang sesuai dengan parameter bil1, bil2, bil12 pada pemakaian prosedur di dalam tubuh program.
Dalam hal ini dapat didefinisikan dua macam parameter, yaitu:
- parameter formal, di dalam deklarasi prosedur: angka1, angka2, hasilJum
- parameter actual, pada pemanggilan prosedur: bil1, bil2, bil12
Dasar-Dasar Pemrograman
Ciri penting algoritma :
• Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan
sejumlah langkah terbatas.
• Setiap langkah harus didefinisikan dengan
tepat dan tidak berarti-dua (Ambiguitas).
• Algoritma memiliki nol atau lebih masukkan.
• Algoritma memiliki nol atau lebih keluaran.
• algoritma harus efektif (setiap langkah harus
sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam
waktu yang masuk akal).
Memprogram dan bahasa pemrograman:
• Belajar memprogram adalah belajar tentang metodologi pemecahan masalah, kemudian menuangkannya dalam suatu notasi tertentu yang mudah dibaca dan dipahami.
• Belajar bahasa pemrograman adalah belajar memakai suatu bahasa, aturan tata bahasanya, instruksi-instruksinya, tata cara pengoperasian compiler-nya untuk membuat program yang ditulis dalam bahasa itu saja.
Notasi Algoritma
• Penulisan algoritma tidak tergantung dari spesifikasi bahasa pemrograman dan komputer yang mengeksekusinya. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemrograman tetapi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemrograman
Notasi algoritma
• Notasi algoritma dapat berupa :
– Uraian kalimat deskriptif (narasi)
Contoh
Algoritma Kelulusan_mhs
Diberikan nama dan nilai mahasiswa, jika nilai tersebut lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus jika nilai lebih kecil dari 60 maka dinyatakan tidak lulus.
DESKRIPSI :
baca nama dan nilai mahasiswa. jika nilai >= 60 maka keterangan = lulus tetapi jika keterangan = tidak lulus. tulis nama dan keterangan
Bagan alir (flow chart). Bagan alir (flow chart).
Keterangan = ' Lulus' Mulai baca
Nama, nilai
Nilai >= 60
Keterangan = ' Tidak Lulus'
Selesai
Tulis
Nama, keterangan
ya
tidak
Pseudo-code.
Algoritma Kelulusan_mhs
{diberikan nama dan nilai mahasiswa, jika nilai tersebut lebih besar atau sama dengan 60 maka mahasiswa tersebut dinyatakan lulus jika tidak maka dinyatakan tidak lulus}
DEKLARASI :
Nama : string
Nilai : integer
Keterangan : string
DESKRIPSI :
read (nama, nilai)
if nilai >= 60 then
keterangan = ‘lulus’
else
keterangan = ‘tidak lulus’
write(nama, keterangan)
Aturan Penulisan Teks algoritma Aturan Penulisan Teks algoritma
• Judul algoritma
Bagian yang terdiri atas nama algoritma dan penjelasan (spesifikasi) tentang algoritma tersebut. Nama sebaiknya singkat dan menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut.
• Deklarasi
Bagian untuk mendefinisikan semua nama yang digunakan di dalam program. Nama tersebut dapat berupa nama tetapan, peubah, tipe, prosedur dan fungsi.
• Deskripsi
Bagian ini berisi uraian langkah-langkah penyelesaian masalah yang ditulis dengan menggunakan notasi yang akan dijelaskan selanjutnya
Algoritma Luas_Kell_Lingkaran {<- ini judul algoritma}
{menghitung luas dan keliling lingkaran untuk ukuran jari-jari tertentu. Algoritma menerima masukan jari-jari lingkaran, menghitung luas dan kelilingnya, dan mencetak luas lingkaranke piranti keluaran <- ini spesifikasi algoritma}
DEKLARASI :
const phi = 3.14 {nilai ? }
R : real {jari-jari lingkaran}
Luas : real {luas lingkaran}
Keliling : real {keliling lingkaran}
DESKRIPSI :
read (R)
Luas <- phi * R *R
Keliling <- 2 * phi * R
write(luas, keliling)
Tipe data dalam Java:
n Primitive types: tipe boolean, char, numerik
n Reference types: class (termasuk String, Integer), array.
n Apa perbedaan antara primitive and reference type?
![]() |
n Apakah operator?
n Berdasarkan jumlah dari operands:
n Unary
n Binary
n Berdasarkan operasi yang dilakukannya:
n Arithmatic
n Logical
n Apakah itu expression?
n Apakah output dari potongan program berikut?
int ii = 1;
int jj = 2;
double a = (ii + 1) / (jj + 1);
double b = (double) (ii + 1) / (jj + 1);
double c = (ii + 1) / (double) (jj + 1);
double d = (ii + 1.0) / (jj + 1.0);
System.out.println (a + " " + b);
System.out.println (c + " " + d);
Perlu diingat:
n Tipe data dari sebuah ekspresi bergantung pada operator dan tipe data dari operands.
n Urutan evaluasi sebuah ekspresi bergantung pada tingkat precedence operator. Jika dua buah operators memiliki tingkat precedence yang sama, lihat pada associativity operatornya:
• LR: Left to Right
• RL: Right to Left
n Branch (cabang)
n Digunakan untuk memilih perintah mana yang akan dijalankan berdasarkan kondisi tertentu.
n Loop (pengulangan)
n Suatu kelompok program dijalankan secara berulang. Kondisi berhenti menyatakan berapa kali pengulangan dijalankan.
if (condition)
{
statement; if (condition)
{
statement1
}
else
{
statement2
}
next statement
}
next statement
n Kesalahan umum:
if (x == 0);
System.out.println (“x is zero”);
if (x > 0)
System.out.println (“x = “);
System.out.println (x);
testExpr ? yesExpr : noExpr
n Berguna untuk menyederhanakan perintah if-then-else sederhana
n Contoh:
if (x > 100){
y = x * 0.9;
} else {
y = x;
}
n Setara dengan:
y = (x > 100) ? (x * 0.9) : x;
while (condition){
statement;
}
/* Post condition: ~condition */
n Selama nilai ekspresi condition true, maka statement akan dijalankan, kemudian ekspresi condition akan dievaluasi lagi.
n Saat nilai expression condition false, pengulangan berhenti. Perintah statement tidak lagi dijalankan.
n Ingat: condition dievaluasi lebih dulu!
do {
statement;
...
} while (condition);
/* Post condition: ~condition */
n statement dijalankan lebih dulu, kemudian condition dievaluasi.
n Jika kondisi true Þ statement dijalankan lagi.
n Jika kondisi false Þ loop berhenti.
n Minimal statement dijalankan sekali.
for (initialization; condition; update) {
statement;
}
n setara dengan perintah while berikut:
initialization;
while (condition) {
statement;
update;
}
n for digunakan bila kita sudah tahu berapa banyak pengulangan yang akan dilakukan.
Class
· Class memiliki:
n Detail implementasi (blue print) dari sebuah object yang akan dibuat Þ bayangkan sebuah object factory.
n Class juga menyimpan static methods dan static variables dari object yang akan dibuat.
n Class menyatakan detail implementasi object
n Seluruh method dan fields
n code untuk method yang akan menentukan perilaku dari object.
n Berdasarkan definisi class Þ object dibuat
Field
n Menyimpan status dari object atau class
n Terdapat dua jenis field:
n Instance variable
• Tiap object punya nilai variable masing-masing Þ object variable
n Static variable
• Satu class hanya punya satu nilai variable, walaupun class tersebut memiliki beberapa object Þ class variable
Array
n Deklarasi Array (array adalah object juga)
int [] array1;
n ingat: mendeklarasikan sebuah reference variable tidak berarti mengalokasikan memory dan membuat object.
n Membuat array
array1 = new int[100];
int[] array2 = { 2, 3, 7, 5 };
n Untuk mengakses element dalam array, gunakan index
array1[0] = 20;
n Karena array adalah object juga, operator = tidak mengcopy(clone) array.
int[] lhs = new int[100];
int[] rhs = new int[100];
...
lhs = rhs;
Exceptions
n Exception menyatakan bahwa sebuah “kejadian aneh” telah terjadi.
n Sebuah object Exception menyimpan informasi tentang keanehan tersebut.
n throw Þ “menandakan” keanehan
n catch Þ tindakan “mengatasi” keanehan
n Error vs. Exception
n Error Þ kesalahan fatal, mis: out of memory
n Exception Þ masih bisa “dibetulkan”, mis: EOFException, ArrayIndexOutOfBoundException.
Overloading
n Memakai nama sama untuk method berbeda
n Method-method ini dibedakan berdasarkan signature-nya:
n Jumlah parameter
n Tipe parameter
n Urutan parameter
n Perhatikan bahwa signature tidak tergantung
n Nama parameter
n Return type
n Overloading ditangani pada saat kompilasi (static binding)
Overriding
n Sebuah method yang memiliki nama dan signature yang sama dengan method dari superclass.
n Method dari subclass dikatakan meng-override method dari superclass.
n Ditangani pada saat runtime (dynamic binding): instance type menentukan method mana yang digunakan.
Polymorphism
n Dalam mendefinisikan method untuk sebuah subclass, ada tiga kemungkinan:
n override a method from the superclass: Nama dan signature sama dengan method milik superclass.
n inherit method from the superclass: Methods yang tidak ditulis ulang otomatis akan diturunkan kepada seluruh subclass.
n create a new method: Nama dan signature berbeda dengan method milik superclass
Interface
n Sebuah class hanya boleh meng-extend satu superclass, tapi boleh meng-implement banyak interface.
n Ketika meng-extend superclass, sebuah class mewarisi interface (definisi method) dan juga implementasinya.
n Ketika meng-implement interface, sebuah class hanya mewarisi interface (definisi method).
n Contoh: sifat generik “comparable” didefinisikan di dalam sebuah interface:
public interface Comparable {
public int compareTo (Object ob);
}
n compareTo mengembalikan:
• <0: object this “lebih kecil” dari parameter ‘ob’
• 0: object this sama nilainya dengan parameter ‘ob’
• >0: object this “lebih besar” dari parameter ‘ob’
Contoh: interface
public class CircleComparable extends Circle
implements Comparable
{
public CircleComparable (double r)
{super (r);}
public int compareTo (Object other)
{
CircleComparable otherCircle =
(CircleComparable) other;
if (radius < otherCircle.getRadius ())
{return -1;}
else if (radius > otherCircle.getRadius ())
{return 1;}
else
{return 0;}
}
}
Langganan:
Postingan (Atom)
